Bitung, 21 Oktober 2025 — Dalam rangka menjaga kesiapsiagaan wilayah pelabuhan dari potensi penyakit tular vektor, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) Kelas II Bitung melaksanakan kegiatan pengasapan (fogging) di area Pelabuhan Bitung dan sekitarnya. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk tindakan pencegahan menjelang kedatangan kapal pesiar MV. Oddisey, yang dijadwalkan akan bersandar pada Kamis, 23 Oktober 2025.
Kegiatan fogging dimulai sejak pagi hari, diawali dengan persiapan petugas seperti pengecekan perlengkapan, dan penyusunan rencana area yang menjadi fokus pengasapan. Pengasapan dilakukan menyeluruh di area terminal penumpang, dermaga, gudang pelabuhan, hingga kawasan pemukiman sekitar, yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus, pembawa virus penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).




Ketua Tim Kerja 3 BKK Kelas II Bitung, Olfintje S. Sumarauw, SST menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam menjaga keamanan kesehatan lingkungan pelabuhan, terutama menjelang masuknya kapal asing yang membawa wisatawan mancanegara.
“Fogging ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bagian dari upaya nyata kami untuk melindungi masyarakat pelabuhan dan para tamu yang akan datang. Kedatangan kapal pesiar MV. Oddisey tentu membawa dampak positif bagi daerah, terutama dalam sektor pariwisata. Namun, kami juga harus memastikan bahwa aspek kesehatan dan kebersihan lingkungan tetap menjadi prioritas utama,” ungkap Olfintje.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan implementasi dari fungsi kekarantinaan kesehatan dalam pengawasan faktor risiko penyakit menular di pintu masuk negara. Fogging menjadi salah satu bentuk tindakan preventif terhadap ancaman penyakit tular vektor, yang bisa muncul akibat interaksi lintas wilayah dan lintas negara di area pelabuhan.
Selain fogging, tim petugas dari BKK Kelas II Bitung juga melakukan pemeriksaan jentik nyamuk, survei sarana lingkungan, serta edukasi kepada masyarakat dan pekerja pelabuhan tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan menutup tempat penampungan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk.




“Kesehatan pelabuhan mencerminkan kesiapan daerah dalam menerima kedatangan kapal dari berbagai negara. Kami ingin memastikan bahwa Pelabuhan Bitung benar-benar aman, sehat, dan siap menyambut wisatawan dengan lingkungan yang bebas dari vektor penyakit,” tambah Olfintje.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Balai Kekarantinaan Kesehatan Kelas II Bitung menegaskan komitmennya dalam mewujudkan Pelabuhan Sehat, Aman, dan Siaga terhadap Penyakit Tular Vektor, sejalan dengan visi Kementerian Kesehatan dalam melindungi masyarakat dari risiko kesehatan di pintu masuk negara.

“Sehatkan Lingkungan, Lindungi Wisatawan, Wujudkan Pelabuhan Bebas Vektor.”
